"Indonesia Bersih", Bendung Arus Pemikiran Islam Liberal
Written by Administrator    Tuesday, 23 February 2010 02:33    PDF Print E-mail
Puluhan peserta dari berbagai kalangan profesi hadir dalam dialog Membendung Arus Pemikiran Islam Liberal, yang di senggelarakan Indonesia Bersih di warung kopi (warkop) Hidayah, Jl Andi Tonro Raya, tepat depan kampus YPUP Makassar, baru-baru ini. Masyarakat harus mewaspada liberalisme yang mencakup kebebasan berfikir tanpa batas, menolak kebenaran dan sikap yang semena-mena dalam beragam.

Dialog yang berjalan interaktif ini, menghadirkan narasumber dari peneliti INSISTS yang merupakan penulis sekaligus dosen IIU Malaysia, Dr Syamsuddin Arief MA. Sejumlah mahasiswa dari lintas kampus di Makassar. Sejumlah akademisi juga hadir.

Selain itu dihadirkan pula, pembanding yang berasal dari ketua KPID Sulsel yang juga dosen Unhas, Azwar Hasan Msi.

Dialog ini dibuka oleh moderator, Ilham Kadir. Dalam beberapa uraian yang dipaparkan Syamsuddin, liberalisme mencakup tiga hal, yang pertama menurutnya adalah kebebasan berfikir tanpa batas (free thinking). Kedua, selalu meragukan dan menolak kebenaran (sophisme), dan yang ketiga adalah sikap yang semena-mena dalam beragama (no commitment and free exercise of religion).

Indonesia Bersih

Kegiatan yang dilaksanakan Indonesia Bersih ini bertujuan untuk membendung arus pemikiran kaum liberal yang dibawa oleh paham Barat ke beberapa negara Islam di dunia, salah satunya adalah Indonesia.

Kegiatan yang berjalan sekitar tiga jam ini, membahas banyak tentang inti-inti permasalahan umat Islam sekarang. Mulai dari merosoknya pemikiran-pemikiran islam yang cenderung berbau liberal sampai dengan Islam dan tantangan sekularisme. [trib/www.hidayatullah.com]

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment
Write comment
 
 
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Last Updated ( Tuesday, 23 February 2010 02:36 )
 
 
 

Gallery Video

DATA INFORMASI